http://148.230.97.38/index.php/jphas/issue/feedJournal of Pharmacy Student (JPhaS)2026-01-15T06:10:54+07:00Open Journal Systems<pre><strong>Journal of Pharmacy Student (JPhaS)</strong> Publisher : Politeknik Piksi Ganesha<br>Journal Abbrev : JPhaS<br>Frequency : 2 issues per year<br>Print ISSN : - (Proses)<br>Online ISSN : - (Proses)<br>Editor-in-chief : Veny Usviany, M.Si<br>Managing Editor : Apt. Regita Ayu Lestari S. Farm. M. MRS<br>Editor Board : Apt. M.Rizky Adriansyah MH.Kes <br> Abdul Wadud, S.Pd., M.Pd<br> Hasna Latipah Sakinah M. Si<br>Citation analysis : Google Scholar<br>Journal Scope : Click here</pre>http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2378FORMULASI DAN EVALUASI GEL ANTI-ACNE DARI EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (ALOE VERA.L)2026-01-07T08:13:27+07:00Amanda Amandaamnda3846@gmail.comDea Delia Juwitadeadj159@gmail.comSalsabila Syifa ArrasyidSyifaaaaaa123@gmail.com<p><span class="s17">Jerawat (</span><span class="s18">acne vulgaris</span><span class="s17">) merupakan masalah kulit yang umum terjadi dan dapat menurunkan kepercayaan diri. Salah satu alternatif pengobatan jerawat adalah penggunaan bahan alami yang memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, seperti daun lidah buaya (</span><span class="s18">Aloe vera</span><span class="s17">). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan gel anti-acne berbahan dasar ekstrak daun lidah buaya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan ke dalam basis gel menggunakan Carbopol, gliserin, dan triethanolamine. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Hasil menunjukkan bahwa sediaan gel memiliki karakteristik fisik yang stabil, pH sesuai dengan kulit (4,6,5), dan aktivitas antibakteri yang efektif, terutama pada formula dengan konsentrasi ekstrak 10%. Penelitian ini menunjukkan bahwa lidah buaya berpotensi sebagai bahan aktif dalam sediaan topikal anti-acne dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai produk farmasi berbasis herbal.</span></p>2026-01-07T08:00:41+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2380UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN JERUK MANIS (CITRUS X AURANTIUM L.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI2026-01-07T08:36:21+07:00Alya Zahrahalyazahrah53@gmail.comNazwa Artameivanzartameiv28@gmail.comSilpisil.pii0028@gmail.comSulaeman Nurdinnurdinsulaeman@gmail.com<p>Inflamasi adalah respons fisiologis tubuh terhadap rangsangan seperti infeksi atau alergi yang ditandai dengan kemerahan, panas, pembengkakan, dan nyeri. Reaksi inflamasi ini dikenal sebagai respon imun nonspesifik. Obat antiinflamasi terdiri dari berbagai sumber bahan alam, salah satunya adalah jeruk manis (<em>Citrus x aurantium L</em>.). Pencarian obat antiinflamasi alami dilakukan untuk menghindari atau meminimalkan efek samping yang ditimbulkan oleh obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) jika digunakan dalam jangka panjang. Jeruk manis (<em>Citrus x aurantium L.)</em> mengandung senyawa flavonoid seperti hesperidin dan naringenin, yang berperan dalam menurunkan proses peradangan. Selain itu senyawa tersebut juga memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memberikan informasi terkait potensi antiinflamasi pada daun jeruk manis <em>(Citrus x aurantium L.).</em></p> <p><strong>Kata kunci</strong> : antiinflamasi<em>, </em><em>C</em><em>itrus x aurantium L.</em></p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2379Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Manggis2026-01-07T08:58:55+07:00Husna Aliahusnaalia89@gmail.comUlpaulfaaa2223@gmail.comGita Putri Widianagitapw60@gmail.com<p>Kulit manggis (<em>Garcinia Mangostana L.</em>) terkenal karena memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti xanton, flavonoid, dan antosianin yang memiliki peran sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan sebagai penentu aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit manggis dengan metode DPPH. Metode maserasi digunakan untuk mengambil ektraksi dengan menggunakan etanol 96% sebagai pelarutnya. Pengujian aktivitas antioksidan ini menggunakan berbagai variasi konsentrasi ekstrak, diantaranya: 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Hasil penelitian dari pengujian ekstrak kulit manggis menunjukkan bahwa persentase inhibisi akan meningkat dengan seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak, nilai IC<sub>50</sub> sebesar <strong>18-35 ppm</strong>, yang memvalidasikan bahwa ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Maka dari itu kulit manggis dapat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kulit Manggis, DPPH, Antioksidan, IC<sub>50</sub></p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2381ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS tipe 2 DI KLINIK PRATAMA SELAMAT TAHUN 20252026-01-07T09:31:33+07:00Nurul Uswatun Nisanuruluswatunnisa53@gmail.comAditya Ramdhaniadityasunda2912@gmail.comLutfiyah Shifa Rahayulutfiyahshifa199@gmail.comDian NurdianiDinur24@gmail.com<p>Diabetes melitus (DM) adalah kondisi kronik terjadi karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara normal atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif. Penderita diabetes mellitus tipe 2 mendapat terapi antidiabetik oral kombinasi atau tunggal untuk mencapai kadar gula darah yang normal. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral pada pasien diabetes melitus tipe 2.</p> <p>Jenis penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode rancangan deskriptif yang pengambilan datanya dilakukan secara retrospektif. Data yang digunakan dari data rekam medik pasien dengan jumlah sampel 23 pasien yang sesuai dengan kriteria inkluasi. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 1 s.d 30 November 2025 dengan lembar pengumpulan data pasien. Efektivitas ini untuk melihat presentase penurunan kadar gula darah sewaktu dari kadar gula darah awal dan setelah pemberian Obat Antidiabetik oral tunggal dan Kombinasi.</p> <p>Hasil penelitian ini dilihat efektivitas persen rata-rata penurunan gula darah sewaktu Antidiabetik Oral di Kinik Pratama Selamat adalah 90% dan hampir seluruh pasien Diabetes Melitus memiliki kepatuhan terapi farmakologi.</p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2382FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN SERUM WAJAH MENGANDUNG EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA)2026-01-07T10:17:28+07:00Amellya Yuhelyefda Julkarnaenraihanidera24@gmail.comDeanydeadeany1@gmail.comDera Raihanideadeany1@gmail.comGeri Dwi Prasetiyodeadeany1@gmail.com<p>Kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) diketahui kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, vitamin C, dan fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan serum wajah yang mengandung ekstrak kulit jeruk nipis serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan karakteristik fisiknya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70%. Serum diformulasikan dalam beberapa variasi konsentrasi ekstrak (misalnya 1%, 3%, dan 5%) untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap stabilitas dan efektivitas. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH, sedangkan evaluasi fisik meliputi organoleptik, pH, homogenitas, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak meningkatkan aktivitas antioksidan secara signifikan, dengan formulasi terbaik pada konsentrasi 5% yang memiliki nilai IC50 paling rendah. Serum yang dihasilkan stabil secara fisik dan memenuhi parameter mutu sediaan kosmetik. Dengan demikian, ekstrak kulit jeruk nipis berpotensi digunakan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi serum wajah beraktivitas antioksidan.</p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2383FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL CLINDAMYCIN SEBAGAI OBAT JERAWAT2026-01-07T11:03:15+07:00Revalina Salsabilarevalinasalsabilaa@gmail.comSopi Lestarisopilestari0@gmail.comDitha Luvianadithaluviana20@gmail.comTika Febrianiftika8342@gmail.com<p>Jerawat (Acne Vulganis) merupakan penyakit kulit yang dapat membuat seseorang tidak percaya diri, bukan hanya tidak percaya diri, jerawat juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, kelainan pada penampilan dan dapat menyebabkan bekas jerawat yang permanen, jerawat dapat menyerang berbagai usia mulai dari remaja hingga lansia. Oleh sebab itu diperlukan alternatif lain yang aman dan efektif seperti Gel Clindamycin yang diyakini obat antibiotic yang ditujukan untuk pengobatan jerawat. Sediaan Gel Clindamycin diformulasikan dengan mempertimbangkan stabilitas, kemudahan aplikasi, serta kenyamanan pengguna. Uji fisik yang dilakukan meliputi pemeriksaan pH, viskositas, dan daya sebar, serta evaluasi sensori terhadap tekstur dan kenyamanan gel. Selain itu, dilakukan uji efikasi terhadap kemampuan Gel Clindamycin dalam mengurangi jumlah bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan pada kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel klindamisin memiliki pH yang sesuai dengan kondisi kulit (sekitar 5-6), viskositas yang stabil, serta daya sebar yang baik. Uji efikasi menunjukkan bahwa Gel Clindamysin mampu mengurangi jumlah bakteri Prop dan memperbaiki kondisi kulit. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis yaitu data dikumpulkan dari berbagai macam dasar sumber dimulai dari jurnal ilmiah, E-book Kesehatan, dan website Kesehatan.</p> <p> </p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2385UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH (PIPER BETLE L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT2026-01-09T00:02:17+07:00Rosita Widodoosiiiiiw29@gmail.comNadlira Dzakiah Hermawannadliradzakiah@gmail.comPutri Indri Windriantiputriwindrian89@gmail.comNadifa Putri Selfiranadifaputriselfira2004@gmail.com<p>Pertumbuhan bakteri patogen pada kulit merupakan salah satu faktor utama terjadinya jerawat. Daun sirih <em>(Piper betle L.)</em> dikenal sebagai tanaman obat yang mengandung senyawa aktif berpotensi antibakteri, seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih terhadap bakteri penyebab jerawat. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada beberapa variasi konsentrasi ekstrak. Parameter pengamatan meliputi terbentuknya zona hambat di sekitar cakram sebagai indikator penghambatan pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji, dengan diameter zona hambat yang meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak daun sirih berpotensi dikembangkan sebagai alternatif antibakteri alami dalam penanganan jerawat</p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2386PENGEMBANGAN FORMULASI SERTA EVALUASI TABLET EFFERVESCENT DARI EKSTRAK BUAH TAMPOI (Baccaurea macrocarpa)2026-01-09T00:13:25+07:00Mellyn Pebrianipiksi.mellyn.23327019@gmail.comAnisa Insanianisainsani23@gmail.com Indi Yutinayutinaindi@gmail.com<p>Buah tampoi (<em>Baccaurea macrocarpa</em>) merupakan buah lokal yang memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif, namun pemanfaatannya dalam bentuk sediaan farmasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi tablet effervescent dari ekstrak buah tampoi serta mengevaluasi karakteristik fisik dan kimianya. Ekstrak buah tampoi diperoleh melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian diformulasikan menjadi tablet effervescent dengan variasi perbandingan komponen asam dan basa. Evaluasi sediaan meliputi pengamatan organoleptik, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu larut, pH larutan, dan penetapan kadar zat aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula tablet effervescent memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan, dengan waktu larut yang cepat, kerapuhan rendah, serta pH larutan yang sesuai untuk penggunaan oral. Salah satu formula menunjukkan karakteristik paling optimal berdasarkan hasil evaluasi fisik tablet. Berdasarkan hasil penelitian ini, ekstrak buah tampoi berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan tablet effervescent yang praktis dan mudah digunakan, serta dapat meningkatkan nilai tambah pemanfaatan sumber daya alam lokal.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Baccaurea macrocarpa</em>, buah tampoi, tablet effervescent, formulasi, evaluasi.</p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)http://148.230.97.38/index.php/jphas/article/view/2412PENGEMBANGAN ALAT PERAGA INHALER MANDIRI SEBAGAI MEDIA EDUKASI TEKNIK MENGHIRUP YANG BENAR BAGI PASIEN ASMA2026-01-15T06:10:54+07:00Ibnu Maulana Surdaadmin@journal.piksi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga inhaler mandiri yang ergonomis dan efektif sebagai media edukasi bagi pasien asma untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknik menghirup yang benar. Keberhasilan terapi asma sangat bergantung pada ketepatan teknik penggunaan inhaler. Namun, banyak pasien asma masih melakukan kesalahan dalam teknik menghirup, seperti koordinasi yang buruk antara penekanan kanister dan inspirasi, yang mengakibatkan deposisi obat di paru-paru tidak optimal. Edukasi verbal saja seringkali tidak cukup tanpa adanya alat peraga yang dapat mensimulasikan penggunaan secara nyata tanpa membuang dosis obat asli.</p>2025-05-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Journal of Pharmacy Student (JPhaS)