Journal of Medical Record Student (JMeRS) http://148.230.97.38/index.php/jmers <pre><strong>Journal of Medical Record Student (JMeRS)</strong> Publisher : Politeknik Piksi Ganesha<br>Journal Abbrev : JMeRS<br>Frequency : 3 issues per year<br>Online ISSN : 3089-509X<br>Editor in Chief : Irda Sari, S.ST., M.M<br>Managing Editor : Annisa Ulfah, S.Tr.Kes.,M.M<br>Editor Board : Ade Irma Suryani.,S.ST., M.Kes<br> Nadia Rizki pratami.,S.ST., M.H <br> Yayang Ayu Nuraeni, S.Kep., Ners., MM<br>Citation analysis : Google Scholar<br>Journal Scope : Click here</pre> POLITEKNIK PIKSI GANESHA en-US Journal of Medical Record Student (JMeRS) 3089-509X Analisis Kontribusi Aplikasi Pangestu dalam Efisiensi Reservasi Pasien Rawat Jalan http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2526 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak positif aplikasi Pangestu terhadap sistem reservasi <em>online</em> yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan rawat jalan di RSUD Kota Bandung.​ Masalah utama yang menyebabkan penelitian ini dilakukan adalah adanya penumpukan di bagian loket pendaftaran rawat jalan, dan waktu tunggu yang lama bagi pasien ketika mereka pergi ke rumah sakit, yang berdampak negatif pada kualitas pelayanan dan produktivitas Staf administrasi. Metode yang digunakan saat penelitian dilakukan adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pasien, Staf administrasi, Staf teknologi informasi, dan catatan operasional rumah sakit. Dari Hasil analisis menunjukkan bahwa aplikasi Pangestu secara signifikan memperbaiki waktu tunggu pasien dari rata-rata sebelumnya 15–30 menit menjadi 3–5 menit. Selain itu, jumlah pasien yang datang tanpa reservasi sebelumnya menurun menjadi 38,89%. Selain itu, aplikasi ini meningkatkan pemahaman dan penerimaan pengguna terhadap layanan digital, mengurangi beban administrasi, dan dengan demikian meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Transformasi digital yang dimungkinkan melalui aplikasi Pangestu tidak hanya mempercepat proses penyampaian layanan, tetapi juga mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi, yang berpotensi menjadi model layanan kesehatan inovatif untuk daerah lain.</p> Mohammad Fikri Zaelani Sani Fitriyani Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 1 9 Analisis Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik Terhadap Efisiensi Waktu Pelayanan di Unit Pendaftaran Rawat Jalan Rumah Sakit X http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2527 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik (RME) terhadap efisiensi waktu pelayanan di unit pendaftaran rawat jalan Rumah Sakit X. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan rumah sakit untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan administrasi melalui digitalisasi rekam medis sesuai Permenkes Nomor 24 Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik systematic random sampling, dan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 377 responden dari total 6.560 pasien. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME meningkatkan efisiensi waktu pelayanan, mempercepat proses pendaftaran, mengurangi kesalahan input, serta memudahkan pencarian data pasien. Rata-rata waktu pelayanan antarpoliklinik berkisar antara 1 jam 49 menit hingga 3 jam 24 menit. Pembahasan menunjukkan bahwa kendala utama terletak pada gangguan jaringan dan keterbatasan SDM. Kesimpulannya, penerapan RME terbukti efektif meningkatkan efisiensi pelayanan dan perlu dioptimalkan melalui peningkatan jaringan serta pelatihan petugas.</p> Kaila Salsabila Irda Sari Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 10 20 Analisis Faktor-Faktor Psikososial Dalam Pengelolaan Sistem Casemix Di Bagian Rawat Jalan http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2528 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikososial dalam pelaksanaan sistem Casemix di bagian rawat jalan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Tematik menurut Virginia Braun dan Victoria Clarke terhadap enam petugas rekam medis. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja bersifat dinamis dan meningkat saat jumlah pasien tinggi atau tenggat waktu dipercepat. Walaupun terdapat tekanan, tingkat stres yang dialami relatif rendah karena adanya kemampuan adaptasi, dukungan rekan kerja, serta strategi pengelolaan diri yang baik. Dampak fisik seperti kelelahan dan gangguan penglihatan muncul akibat pekerjaan monoton, namun dapat dikendalikan melalui istirahat singkat. Motivasi kerja terutama dipengaruhi oleh kebutuhan finansial, rasa syukur, serta kesesuaian pekerjaan dengan latar belakang pendidikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja, dukungan sosial, dan fasilitas kerja ergonomis untuk menjaga kinerja dan kesehatan mental petugas casemix.</p> Gian Asse Nasihin Irda Sari Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 21 29 Analisis Ketidaksesuaian Pasien Rawat Jalan Terhadap Kelayakan Klaim BPJS di Rumah Sakit X Kota Bandung http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2529 <p>Frekuensi kunjungan kontrol pasien rawat jalan yang tidak didukung indikasi medis yang jelas menjadi faktor utama ketidaksesuaian klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit X Kota Bandung. Kondisi ini mengakibatkan klaim tidak layak, yang berimbas pada kerugian finansial dan peningkatan beban administrasi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian kontrol serta dampaknya terhadap kelayakan klaim BPJS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap petugas klaim dan analisis dokumen klaim rawat jalan pada periode Januari hingga Maret 2025. Populasi penelitian mencangkup seluruh berkas klaim rawat jalan berstatus pending di Rumah Sakit X Kota Bandung, dengan sampel sebanyak 908 berkas. Temuan penelitian ini menunjukan adanya perbedaan pandang antara pihak rumah sakit dan BPJS mengenai batas wajar frekuensi kontrol, serta adanya kelemahan dalam dokumentasi medis sebagai penyebab utama ketidaksesuaian klaim. Dari 908 berkas terdapat 119 klaim yang dinyatakan tidak layak karena kontrol berulang. Situasi ini menimbulkan kerugian finansial dan memperberat tugas administrasi petugas klaim. Penelitian ini menekankan untuk meningkatkan mutu dokumentasi medis, pelatihan bagi tenaga medis, serta penguatan sistem informasi yang terintegrasi dan komunikasi antara rumah sakit dan BPJS guna meningkatkan efektivitas proses klaim.</p> Putri Wulan Julianti Syaikhul Wahab Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 30 38 Studi Perbandingan Abk-Kes Dan Persepsi Koder Rawat Inap Pasien Bpjs Tentang Beban Kerja Di Rs X http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2530 <p>Tenaga koder rawat inap berperan penting dalam menjamin mutu pengkodean dan kelancaran klaim BPJS di rumah sakit. Jumlah tenaga yang tersedia harus seimbang dengan beban kerja agar hasil pengkodean tetap akurat dan tepat waktu. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan campuran <em>(mixed-methods)</em>. Jenis <em>mixed-methods</em> yang digunakan adalah <em>Concurrent Triangulation</em> yaitu pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan, kemudian hasilnya dibandingkan untuk melihat kesesuaian maupun perbedaan. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menghitung kebutuhan koder rawat inap menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes) melalui observasi, dokumen, norma waktu, dan waktu kerja efektif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 3 koder rawat inap pasien BPJS untuk menggali persepsi beban kerja. Hasil ABK-Kes menunjukkan kebutuhan 6 tenaga koder, sedangkan yang tersedia hanya 3 orang. Sebaliknya, koder menilai beban kerja masih terkendali berkat budaya kerja, strategi adaptasi dan dukungan rekan kerja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil ABK-Kes dengan persepsi koder, sehingga disarankan penambahan tenaga, optimalisasi Rekam Medis Elektronik (RME) serta peningkatan manajemen terhadap regulasi BPJS.</p> Sapa’atin Putri Jasita Yayang Ayu Nuraeni Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 39 49 Analisis Beban Kerja Petugas Rekam Medis Terhadap Kualitas Pelayanan Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2531 <p>Dalam kerangka pengelolaan sumber daya manusia kesehatan, tenaga rekam medis menjadi pilar esensial untuk merespons tuntutan masyarakat, menyeimbangkan akses pelayanan secara inklusif, dan memaksimalkan manfaat pembangunan kesehatan yang berkelanjutan; studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif, mengandalkan data dari pengamatan lapangan serta wawancara mendalam, dengan stopwatch dan kalkulator sebagai alat utama untuk validasi waktu dan komputasi beban kerja. Analisis menggunakan metode ABK-Kes menyoroti bahwa komposisi tenaga rekam medis di RSUD DR. Soedirman Kebumen saat ini mencapai 45 individu, diantaranya 23 personel berlatar belakang pendidikan rekam medis, estimasi kebutuhan tenaga perekam medis ideal 46 personel yang belum terpenuhi. Lebih lanjut, temuan wawancara mengenai kualitas pelayanan mengindikasikan integrasi sukses kelima aspek SERVQUAL tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy seperti yang dirumuskan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry, yang tidak hanya menegaskan standar tinggi fasilitas tetapi juga membuka peluang strategi peningkatan jangka panjang.</p> Widi Laela Salsabilla Sali Seliatin Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 50 58 Analisis Tinjauan Petugas Rekam Medis Terhadap Tantangan Implementasi Rme Di Rumah Sakit Kebonjati http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2532 <p>Transformasi digital di bidang kesehatan mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) sesuai amanat Permenkes No. 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi RME di Rumah Sakit Kebonjati melalui perspektif petugas rekam medis dengan pendekatan <em>Fishbone</em> Diagram mencakup faktor manusia (<em>man</em>), mesin (<em>machine</em>), material, metode (<em>method</em>), dan uang (<em>money</em>). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan ditentukan secara purposive terdiri atas petugas 1 pendaftaran rawat inap, 1 petugas pelaporan rawat jalan, dan 1 petugas pelayanan rekam medis. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama berasal dari faktor manusia, berupa keterbatasan pelatihan dan adaptasi terhadap sistem baru. Faktor mesin berkaitan dengan perangkat keras berspesifikasi rendah dan jaringan internet tidak stabil. Dari sisi material, pencatatan masih bersifat hybrid sehingga menambah beban kerja serta risiko kesalahan input. Pada faktor anggaran, meskipun ada dukungan dana, transparansi dan realisasi di tingkat pelaksana masih terbatas. Sedangkan aspek metode menunjukkan penerapan SOP belum konsisten sehingga alur kerja ganda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi RME memerlukan peningkatan kompetensi SDM, perbaikan infrastruktur teknologi, percepatan transisi menuju sistem elektronik penuh, serta penguatan SOP dan pengelolaan anggaran untuk mendukung mutu pelayanan kesehatan.</p> Eliza Dwi Lestari Shinta Elvira Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 59 68 Penggunaan Mobile Jkn Terhadap Efektifitas Pelayanan Rawat Jalan Di Rumah Sakit Dustira Menggunakan Metode Servqual http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2534 <p>Transformasi digital di sektor kesehatan ditandai dengan penerapan aplikasi Mobile JKN oleh BPJS Kesehatan. Di RS Dustira, aplikasi ini diharapkan mempercepat dan mempermudah pelayanan rawat jalan. Namun, efektivitasnya masih menghadapi tantangan, khususnya di kalangan lansia. Menilai efektivitas penggunaan Mobile JKN terhadap kualitas pelayanan rawat jalan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, serta mengidentifikasi hambatan dan menyusun saran strategis untuk optimalisasi implementasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada pasien pengguna Mobile JKN dan analisis data kunjungan rawat jalan. Dimensi SERVQUAL digunakan sebagai kerangka evaluasi kualitas pelayanan. Penggunaan Mobile JKN mempercepat proses pendaftaran, meningkatkan efisiensi pelayanan, dan mengurangi beban administrasi. Namun, keterbatasan literasi digital pada pasien lansia dan gangguan teknis seperti jaringan tidak stabil serta error sistem menjadi kendala signifikan. Ditemukan bahwa kelompok lansia mengalami kesenjangan dalam adopsi teknologi. Pendampingan digital, desain aplikasi ramah lansia, dan model layanan hybrid menjadi solusi potensial. Mobile JKN meningkatkan kualitas layanan rawat jalan berdasarkan indikator SERVQUAL. Rumah sakit disarankan untuk meningkatkan edukasi literasi digital, memperkuat infrastruktur jaringan, serta menyediakan sistem pendampingan langsung untuk lansia guna memastikan pemanfaatan teknologi yang inklusif dan efektif.</p> Sali Seliatin Anisa Mulyani Solihah Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 69 80 Analisis Perbandingan Rekam Medis Elektronik Dan Rekam Medis Manual Dalam Pengelolaan Data Pasien Di Rsud dr.SOEDIRMAN http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2535 <p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas rekam medis manual (RMM) dan rekam medis elektronik (RME) di RSUD dr. Soedirman. Khususnya dari aspek efisiensi, keakuratan, keamanan, penyimpanan, serta kemudahan akses dan integrasi layanan. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data di peroleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap petugas rekam medis yang terlibat dalam pengelolaan data pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa RME memberikan keunggulan signifikan dibandingkan RMM. RME terbukti lebih efisien dalam pencatatan dan pencarian data, lebih akurat karena format pengisian standar, serta lebih aman dengan dukungan sistem penyimpanan digital dan backup data. Selain itu, RME mendukung integrasi lintas unit pelayanan sehingga mempercepat proses diagnosis dan pengambilan keputusan medis. Namun, Penerapan RME juga menghadapi tantangan antara lain ketergantungan pada infrastruktur teknologi, kebutuhan pelatihan SDM, resistensi budaya kerja, serta biaya implementasi yang relatif tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi RME di RSUD dr. Soedirman sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, manajemen perubahan, serta dukungan kebijakan. Dengan penguatan aspek teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan dukungan regulasi, RME berpotensi menjadi sistem pengelolaan data pasien yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di rumah sakit daerah maupun dalam tingkat nasional.</p> Ndari Afriyani Sali Setiatin Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 81 87 Kelengkapan Dokumen Administrasi Klaim Rawat Inap Pada Kasus Partus Sectio Caesarea Terhadap Pending Klaim Bpjs Kesehatan Di Rsud Bandung Kiwari http://148.230.97.38/index.php/jmers/article/view/2536 <p>Proses klaim BPJS Kesehatan di rumah sakit sangat bergantung pada kelengkapan dokumen administrasi. Ketidaklengkapan berkas maupun kesalahan pengkodean dapat menyebabkan klaim menjadi pending dan berdampak pada keterlambatan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelengkapan dokumen administrasi klaim rawat inap pada kasus partus sectio caesarea serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pending klaim BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan ketidaklengkapan dokumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan sampel penelitian seluruh kasus partus sectio caesarea periode Juli hingga Desember 2024 sebanyak 1.036 berkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 911 berkas (87,93%) dinyatakan berhasil klaim, sedangkan 125 berkas (12,07%) masih pending. Faktor penyebab pending tertinggi adalah ketiadaan dokumen rujukan sebanyak 49 kasus (39,2%), ketidaktepatan pengkodean 33 kasus (26,4%), tidak adanya hasil laboratorium 14 kasus (11,2%), tidak adanya dokumen ANC 13 kasus (10,4%), duplikat SEP 8 kasus (6,4%), serta ketiadaan dokumen SHK dan lembar Triase IGD masing-masing 4 kasus (3,2%). Dapat disimpulkan bahwa pending klaim pada kasus partus sectio caesarea di RSUD Bandung Kiwari sebagian besar disebabkan oleh ketidaklengkapan dokumen administratif dan kesalahan pengkodean. Diperlukan penguatan SOP, peningkatan kompetensi koder, dan optimalisasi verifikasi dokumen untuk mengurangi jumlah klaim pending.</p> Putri Az Zahra Diansyah Copyright (c) 2026 Journal of Medical Record Student (JMeRS) 2026-01-27 2026-01-27 4 1 88 97