Kelengkapan Dokumen Administrasi Klaim Rawat Inap Pada Kasus Partus Sectio Caesarea Terhadap Pending Klaim Bpjs Kesehatan Di Rsud Bandung Kiwari
Abstract
Proses klaim BPJS Kesehatan di rumah sakit sangat bergantung pada kelengkapan dokumen administrasi. Ketidaklengkapan berkas maupun kesalahan pengkodean dapat menyebabkan klaim menjadi pending dan berdampak pada keterlambatan pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelengkapan dokumen administrasi klaim rawat inap pada kasus partus sectio caesarea serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pending klaim BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan ketidaklengkapan dokumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan sampel penelitian seluruh kasus partus sectio caesarea periode Juli hingga Desember 2024 sebanyak 1.036 berkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 911 berkas (87,93%) dinyatakan berhasil klaim, sedangkan 125 berkas (12,07%) masih pending. Faktor penyebab pending tertinggi adalah ketiadaan dokumen rujukan sebanyak 49 kasus (39,2%), ketidaktepatan pengkodean 33 kasus (26,4%), tidak adanya hasil laboratorium 14 kasus (11,2%), tidak adanya dokumen ANC 13 kasus (10,4%), duplikat SEP 8 kasus (6,4%), serta ketiadaan dokumen SHK dan lembar Triase IGD masing-masing 4 kasus (3,2%). Dapat disimpulkan bahwa pending klaim pada kasus partus sectio caesarea di RSUD Bandung Kiwari sebagian besar disebabkan oleh ketidaklengkapan dokumen administratif dan kesalahan pengkodean. Diperlukan penguatan SOP, peningkatan kompetensi koder, dan optimalisasi verifikasi dokumen untuk mengurangi jumlah klaim pending.
