Studi Perbandingan Abk-Kes Dan Persepsi Koder Rawat Inap Pasien Bpjs Tentang Beban Kerja Di Rs X

  • Sapa’atin Putri Jasita
  • Yayang Ayu Nuraeni
Keywords: Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes), Persepsi, Sumber Daya Manusia (SDM), Koder Rawat Inap, BPJS Kesehatan.

Abstract

Tenaga koder rawat inap berperan penting dalam menjamin mutu pengkodean dan kelancaran klaim BPJS di rumah sakit. Jumlah tenaga yang tersedia harus seimbang dengan beban kerja agar hasil pengkodean tetap akurat dan tepat waktu. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan campuran (mixed-methods). Jenis mixed-methods yang digunakan adalah Concurrent Triangulation yaitu pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan, kemudian hasilnya dibandingkan untuk melihat kesesuaian maupun perbedaan. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menghitung kebutuhan koder rawat inap menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes) melalui observasi, dokumen, norma waktu, dan waktu kerja efektif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 3 koder rawat inap pasien BPJS untuk menggali persepsi beban kerja. Hasil ABK-Kes menunjukkan kebutuhan 6 tenaga koder, sedangkan yang tersedia hanya 3 orang. Sebaliknya, koder menilai beban kerja masih terkendali berkat budaya kerja, strategi adaptasi dan dukungan rekan kerja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil ABK-Kes dengan persepsi koder, sehingga disarankan penambahan tenaga, optimalisasi Rekam Medis Elektronik (RME) serta peningkatan manajemen terhadap regulasi BPJS.

Published
2026-01-27