GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN GULA DARAH MENGGUNAKAN ALAT POCT DAN CHEMISTRY ANALYZER
Abstract
Pemeriksaan kadar glukosa darah merupakan prosedur penting dalam diagnosis dan pemantauan diabetes mellitus. Di Indonesia, alat Point of Care Testing (POCT) banyak digunakan karena kepraktisannya, sementara Chemistry Analyzer dianggap lebih akurat. Namun, sering dijumpai perbedaan hasil antara kedua metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan alat POCT dan Chemistry Analyzer (MS-480), serta mengevaluasi apakah terdapat perbedaan bermakna secara statistik di antara keduanya. Penelitian observasional-analitik ini dilakukan di RSAU dr. M. Salamun pada April–Juni 2025, melibatkan 30 responden. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan menggunakan alat Accu-Chek Active (POCT) dan MS-480 (Chemistry Analyzer). Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan uji t. Rata-rata kadar glukosa darah menggunakan POCT adalah 131,4 mg/dL dan dengan MS-480 adalah 133,6 mg/dL. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,09, yang lebih kecil dari t tabel pada α = 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode. Tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara hasil pemeriksaan glukosa darah menggunakan POCT dan Chemistry Analyzer. POCT dapat digunakan sebagai alat skrining awal, namun konfirmasi diagnosis tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium dengan alat standar.
