Pemanfaatan Tradisi Bakisah Bahasa Banjar Sebagai Instrumen Edukasi Mitigasi Bencana di Wilayah Rawa

  • Indrayadi Politeknik Kesdam VI Banjarmasin
  • Ahmad Rasyid Ridha Ramadhan Politeknik Kesdam VI Banjarmasin
  • Sri Purwanti Ariani Politeknik Kesdam VI Banjarmasin
  • Ernawati Politeknik Kesdam VI Banjarmasin
  • Nazwa Natasya Politeknik Kesdam VI Banjarmasin
Keywords: Bencana, Cerita, Dongeng, Edukasi, Rawa

Abstract

Rendahnya literasi mitigasi bencana pada masyarakat wilayah rawa serta belum optimalnya pemanfaatan kearifan lokal sebagai media komunikasi risiko menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan tradisi bakisah Bahasa Banjar sebagai instrumen edukasi mitigasi bencana untuk meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, dan partisipasi masyarakat di wilayah rawa. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif berbasis budaya lokal yang dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi berbasis bakisah Bahasa Banjar, pelaksanaan edukasi melalui penyampaian cerita, diskusi interaktif dan simulasi sederhana, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat wilayah rawa di Posyandu Taman Kamboja, Puskesmas Teluk Dalam, Kota Banjarmasin. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat pada seluruh indikator mitigasi bencana. Rata-rata nilai pretest sebesar 49,8% meningkat menjadi 86,6% pada posttest. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana (54% menjadi 90%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tradisi bakisah Bahasa Banjar efektif sebagai media edukasi mitigasi bencana yang kontekstual, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di wilayah rawa.

 

Published
2026-06-26