Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga melalui Penerapan Teknologi Rumah Maggot di Kelurahan Maleer Kota Bandung

  • Candra Mecca Sufyana Politeknik Piksi Ganesha
  • Sani Fitriyani Politeknik Piksi Ganesha
  • Muhammad Prakarsa Al Qadr Saleh Politeknik Piksi Ganesha
  • Adhita Arif Setyawan Politeknik Piksi Ganesha
  • Syarif Hidayatulloh Politeknik Piksi Ganesha
  • Muhammad Rizky Fitrohanapiah Politeknik Piksi Ganesha
  • Tantri Dwiyanti Politeknik Piksi Ganesha
Keywords: Budidaya Maggot, Pengelolaan Sampah Organik, Embeded System, Kelurahan

Abstract

Kelurahan Maleer Kota Bandung menghadapi masalah sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang sebagian besar dibuang ke TPS/TPA tanpa pengolahan, sehingga menimbulkan penumpukan, bau, dan pencemaran. Rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan lahan TPA memperparah kondisi ini. Solusi inovatif yang diterapkan adalah rumah maggot berbasis Black Soldier Fly, yang mampu menguraikan sampah organik sekaligus menghasilkan maggot sebagai pakan ternak. Melalui pengabdian ini, teknologi rumah maggot diperkenalkan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah organik dan memberdayakan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga Kelurahan Maleer tentang pengelolaan sampah organik dari sumbernya, serta membekali keterampilan praktis dalam penerapan teknologi rumah maggot. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPS/TPA, membentuk kelompok pengelola sampah berbasis masyarakat, dan mendorong pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak maupun produk bernilai ekonomi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui enam tahap, dimulai dengan persiapan dan koordinasi meliputi penandatanganan komitmen, survei lokasi, dan pengumpulan data baseline. Tahap selanjutnya adalah sosialisasi dan edukasi warga mengenai pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot BSF, beserta distribusi modul edukasi. Dilanjutkan pembangunan dan penyiapan unit Rumah Maggot beserta alat pendukung, diikuti uji coba koloni. Implementasi operasional dilakukan secara rutin dengan pembagian jadwal piket warga dan pencatatan produksi. Pada tahap pemberdayaan, warga dilatih mengolah maggot kering, kompos, dan strategi pemasaran untuk pemanfaatan sebagai pakan ternak dan urban farming. Tahap akhir mencakup evaluasi capaian, refleksi bersama mitra, serah terima unit Rumah Maggot, serta penyusunan laporan akhir dan publikasi hasil kegiatan. Luaran yang diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik menggunakan teknologi rumah maggot, tersedianya unit Rumah Maggot percontohan yang dapat dioperasikan mandiri, serta terbentuknya tim pengelola sampah berbasis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan produk bernilai tambah berupa maggot segar atau kering sebagai pakan ternak dan kompos untuk pertanian perkotaan, serta modul edukasi, laporan akhir, dan publikasi ilmiah maupun populer sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian. Kegiatan difokuskan pada sosialisasi dan edukasi warga mengenai pengelolaan sampah organik serta budidaya maggot BSF, pelatihan awal, dan pembangunan unit Rumah Maggot percontohan. Warga mulai memilah sampah organik dari rumah tangga, sementara koloni maggot berhasil dibudidayakan sebagai uji coba pengolahan sampah harian. Kegiatan ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, pengurangan volume sampah organik yang dibuang ke TPS, serta potensi pemanfaatan maggot dan residu kompos sebagai produk bernilai ekonomi.

Published
2025-12-30