Gambaran Nilai UreumKreatinin Pre dan Post Hemodialisis Pada Pasien GGK di RS Hermina Arcamanik
Abstract
Gagalginjalkronismerupakankondisimedis yang ditandai oleh menurunnyafungsiginjalsecaraprogresifakibatkerusakanstrukturall pada jaringanginjal,sehingga organ tersebuttidakmampulagimenyaringlimbah metabolic dan cairantubuhsecaraefektif. Kondisiinisering kali memerlukanintervensiterapihemodialisissebagaipenggantifungsiginjsl yang terganggu. Efektivitasterapitersebutdaapt di evaluasimelaluihasilpemeriksaankadar urea dan kreatinindalamdarah.
Penelitianinibertujuanuntukmenggambarkankadar urea dan kreatininsebelumsertasesudah proses hemodialisis. Penelitianinimenerapkandesaindeskriptifkuantitatifdenganmemanfaatkan data sekunder yang diperolehdarihasilpemeriksaanlaboratoriumterkaitkadar urea dan kreatininsebelum dan setelahhemodialisis. Penelitianinidilaksanakan di RumahSakit Hermina Arcamanikdengansampelsebanyak 30 pasien
Hasil penelitianinimenunjukkanbahwasebagianbesarpasien yang menjalanihemodialisisberusiaantara 41 dan 60 tahun. Lebihbanyakpasienwanita yang menjalanihemodialisisdaripadapria. Rata-rata kadar urea sebelumhemodialisisadalah 123,73 mg/dL, dan setelahhemodialisismenurundrastismenjadi 3,48 mg/dL, denganpenurunansebesar 72%. Sementaraitu, kadarkreatinin rata-rata sebelumhemodialisismencapai 60,61 mg/dL dan setelahhemodialisisturunmenjadi 3,48 mg/dL, denganpenurunan 67%. Dari data ini, dapatdisimpulkanbahwahemodialisismemilikiperanpentingdalammenurunkankadar urea dan kreatinin.