INTERNALISASI NILAI KERJA DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA ORGANISASI: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN COFFEE SHOP MULTI-CABANG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme internalisasi nilai kerja dalam
membangun identitas budaya organisasi pada perusahaan coffee shop multi-cabang di
wilayah perkotaan Indonesia. Meskipun nilai kerja sering dirumuskan secara formal oleh
manajemen, kajian mengenai proses transformasi nilai dari espoused values menjadi
enacted values masih terbatas, khususnya dalam konteks organisasi jasa multi-unit dengan
dinamika operasional yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap
12 informan (staf operasional dan manajer cabang), serta dokumentasi operasional selama
tiga bulan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, open coding, kategorisasi, dan
penarikan tema dengan teknik triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai kerja formal dan
implementasinya dalam praktik sehari-hari. Internalisasi nilai dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kepemimpinan cabang sebagai agen budaya, konsistensi sistem operasional
sebagai mediator struktural, dan tekanan operasional sebagai faktor kontekstual. Temuan
ini menunjukkan bahwa nilai tidak secara otomatis membentuk identitas budaya, tetapi
dimediasi oleh integrasi kepemimpinan dan desain sistem kerja dalam menghadapi
dinamika layanan yang real-time.
Secara konseptual, penelitian ini menggeser fokus kajian budaya organisasi dari relasi
budaya kinerja menuju penjelasan mekanisme internalisasi nilai dalam organisasi jasa
multi-cabang. Model yang dihasilkan memperluas literatur budaya organisasi dengan
menempatkan sistem operasional sebagai mekanisme mediasi dalam menjembatani
kesenjangan antara nilai formal dan praktik aktual.
Kata kunci : budaya organisasi, internalisasi nilai, nilai kerja, coffee shop, multi-cabang








