ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PEKERJAAN PENYELIDIKAN TANAH (STUDI KASUS PROYEK PENYELIDIKAN TANAH DI PT. SOILENS)
Abstract
Setiap pembangunan infrastruktur diawali dengan pekerjaan penyelidikan tanah yang
berperan penting dalam menentukan keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan proyek
konstruksi. Seiring meningkatnya volume pekerjaan penyelidikan tanah, berbagai
permasalahan muncul, salah satunya adalah keterlambatan penyelesaian pekerjaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengonfirmasi faktor-faktor utama yang
mempengaruhi keterlambatan pekerjaan penyelidikan tanah pada proyek-proyek yang
dilaksanakan oleh PT. Soilens. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada responden internal dan eksternal yang
terlibat langsung dalam pekerjaan penyelidikan tanah. Sebanyak 143 kuesioner valid
dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, Principal Component
Analysis (PCA), serta Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa lima faktor utama penyebab keterlambatan adalah faktor peralatan (rata-rata 3,50),
tenaga kerja (3,48), bahan/material (3,42), perubahan (3,38), dan manajerial (3,35),
sedangkan faktor keuangan dinilai paling rendah pengaruhnya (2,98). PCA mengidentifikasi
15 komponen utama yang menjelaskan 73,63% variansi data, sedangkan CFA
mengonfirmasi bahwa model pengukuran dengan 13 dimensi tetap valid dan reliabel. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan pekerjaan penyelidikan tanah bersifat multidimensional dan saling berkaitan, sehingga diperlukan pendekatan manajerial yang terintegrasi untuk meminimalkan risiko keterlambatan di masa mendatang.
Kata kunci: keterlambatan, penyelidikan tanah, PCA, CFA, proyek konstruksi.








