MEMBANGUN MODEL INOVASI DIGITAL UNTUK UMKM KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN KOLABORATIF PENTAHELIX
Abstract
Transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan bersaing dalam ekonomi berbasis pengetahuan. Di Indonesia, peran UMKM sangat signifikan karena menyumbang sekitar 61% Produk Domestik Bruto dan menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional, sehingga keberhasilan transformasi digital sektor ini berimplikasi langsung pada ketahanan ekonomi nasional. Berbagai studi terkini menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, baik melalui peningkatan efisiensi operasional, produktivitas, maupun daya saing. Pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan komputasi awan terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional UMKM secara substansial ketika diterapkan secara tepat. Namun, transformasi digital UMKM tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pendekatan pentahelix—yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media—muncul sebagai kerangka kolaboratif yang efektif dalam mendorong inovasi berkelanjutan. Model ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme keterlibatan pemangku kepentingan, tetapi juga sebagai sistem dinamis dalam membangun ekosistem inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model inovasi digital UMKM di Kota Bandung berbasis kolaborasi pentahelix melalui analisis data empiris dan telaah literatur lima tahun terakhir (2020–2025). Hasil kajian menegaskan pentingnya integrasi transformasi digital dan kolaborasi pentahelix dalam meningkatkan kinerja dan ketahanan UMKM.
Kata Kunci: UMKM; transformasi digital; pentahelix; inovasi digital








